Kenali 3 Metode dan Jadwal Vaksinasi Ayam Broiler

Sudah tahu cara vaksinasi ayam broiler dan jadwal vaksinasi? yuk cari tahu di artikel ini.

Vaksinasi sudah sangat familiar didengar saat hendak berkunjung ke peternakan, yang merupakan langkah awal dalam mencegah suatu penyakit.

Vaksinasi sendiri dilakukan dengan tujuan meningkatkan imunitas ternak dengan memasukkan mikroorganisme lemah seperti virus dan bakteri ke dalam tubuh.

Sehingga tubuh merespon dan mengenali penyakit tersebut serta dapat membunuh kuman sejenis saat masuk ke dalam tubuh.

Sangat berbahaya bagi penyakit yang disebabkan oleh virus karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, sehingga peternakan ayam broiler dapat langsung gulung tikar.

Hanya membayangkan itu sulit bukan? Tidak ingin kondisi peternakan Anda mengalami kejadian serupa, kuncinya harus memvaksinasi peternakan yang dibesarkan.

Peternak ayam boiler pemula mungkin masih bingung menentukan metode yang tepat di peternakannya.

3 Metode Vaksinasi Ayam Broiler

Namun tak perlu khawatir, artikel kali ini akan mengulas 3 metode vaksinasi yang bisa Anda lakukan lengkap dengan jadwalnya. Simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: Atasi Stunting Dengan Berternak Ayam, Kok Bisa?

Melalui air minum

Perkembangan vaksinasi semakin maju berkat dorongan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga vaksin bisa dilakukan dengan mencampurkannya ke dalam air minum.

Pemberian dengan metode ini merupakan cara termudah dan termudah tetapi memiliki kelemahan dalam hal jumlah ayam yang divaksinasi.

Ada kemungkinan ayam tidak meminum airnya dan atau jumlah yang diminum lebih dan atau kurang dari yang diharapkan.

Sebelum memberikan vaksin, terlebih dahulu harus disiapkan air minum, susu skim, dan vaksin dalam jumlah yang cukup. Anda juga harus mengetahui seberapa banyak ayam yang diminum setelah 1-2 jam.

vaksinasi-ayam-ketel
alatkandang.wordpress.com

Rumus dosis pemberian vaksin melalui air minum pada ayam adalah:

Formula 1

Berdasarkan rumus tersebut diketahui bahwa setiap ayam membutuhkan 1 ml air untuk 1 ekor ayam sehingga 1.000 ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umurnya, sehingga:

rumus 2

Langkah selanjutnya adalah memasukkan susu skim, bisa menggunakan dosis 2 gram per liter air atau dengan takaran yang lebih besar tergantung kualitas air yang digunakan.

Di daerah dengan iklim dan suhu panas, lebih baik menggunakan es batu tambahan. Penambahan susu skim berguna untuk melindungi vaksin terhadap kandungan dalam air guna menjaga kualitas vaksin.

Selain itu, Anda bisa merebus air yang akan digunakan untuk vaksinasi. Vaksin tersebut kemudian dicampurkan pada air yang telah disiapkan, dihomogenisasi hingga tercampur rata kemudian dituangkan ke dalam wadah minum yang tersedia.

Untuk memaksimalkan pendistribusian vaksin secara merata, sebaiknya menghitung jumlah larutan vaksin yang akan dituangkan disetiap tempat minum, hal ini berguna untuk mengontrol pendistribusian vaksin.

Usai pemberian vaksin, pastikan untuk membakar botol atau tutup botol bekas vaksin atau merendamnya dalam disinfektan karena dikhawatirkan dapat bermutasi hingga menimbulkan penyakit baru.

Desinfektan berupa kaporit, yodium dan lain-lain dalam air minum dihentikan 24 jam sebelum vaksinasi. 1 – 2 jam sebelum pemberian ayam dipuasakan, namun pada suhu> 30˚C dianjurkan 1 jam sudah cukup.

Obat tetes mata

Vaksinasi melalui tetes mata dilakukan dengan dosis 1 ml untuk 1 ekor ayam, sehingga diperkirakan 1000 ekor ayam membutuhkan 1 liter pelarut.

Proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama tetapi bereaksi sangat cepat karena akan langsung dibawa ke aliran darah, sehingga pemberian di mata harus tepat dan vaksin harus terserap dengan sempurna.

Kesalahan terbesar petugas saat melakukan vaksinasi adalah terburu-buru karena jumlah ayam yang banyak.

Kegiatan ini memang membutuhkan banyak tenaga, usahakan jangan melepaskan ayam jika vaksin belum terserap sepenuhnya.

Gunakan penghalang untuk membedakan antara ayam yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi. Anda bisa menggunakan 200 ekor ayam dalam 1 jaring.

Sebaiknya Anda juga membagikan beberapa tetes untuk menjaga keefektifan vaksin karena Anda menganggap vaksin harus habis dalam waktu 30 menit.

Baca Juga: Sapi Ayam Terserang Hama Gurem? Berikut 5 cara untuk menghilangkannya

Injeksi atau Injeksi

Vaksinasi dilakukan dengan cara menyuntikkannya menggunakan lemari es pada selangkangan (musculus) ayam broiler. Penyuntikan sebaiknya dilakukan pada suhu yang hampir sama dengan suhu lingkungan.

Sebelum melakukan vaksinasi pastikan injektor berfungsi dengan baik, lakukan sesering mungkin, kocok botol vaksin agar vaksin tidak mengendap. Keunggulan cara ini adalah Anda tidak perlu pusing memikirkan volume pemberiannya karena sudah diatur melalui injektor.

meja
podomorofeedmill.wordpress.com

Jadwal Vaksinasi Ayam Broiler

Jadwal vaksinasi sebaiknya dilakukan tepat waktu agar dapat mengatasi permasalahan penyakit pada ayam broiler anda.

Ketahui lingkungan Anda endemik atau tidak, beberapa kasus di lapangan menunjukkan bahwa program vaksinasi dilakukan secara ganda meskipun melanggar kode etik kedokteran tetapi mampu mengatasi masalah penyakit.


Nah itulah tadi cara vaksinasi ayam broiler dan jadwal pemberiannya yang bisa anda jadikan pedoman. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa untuk BERBAGI artikel ini ke teman-teman Anda!

Baca Juga: 4 Tips Peternakan Ayam Joper, Peluang Bisnisnya Menguntungkan

Ingin menjual hasil panen Anda langsung ke pembeli akhir? Silakan unduh aplikasi Pak Tani Digital Agriculture Marketplace di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Cukup klik sini.

Sumber:

  • Anonim. 2018. Vaksin dan Jadwal Vaksinasi Ayam Broiler. Diakses dari: https://sinauternak.com/vaksinasi-ayam-broiler/

Sumber gambar utama: blogayamjogja.blogspot.com

Sumber : paktanidigital.com/