Cara beternak ulat hongkong untuk pemula

Hewan yang satu ini memang berbeda dan tidak biasa. Namun, selama burung kicau masih menjadi hobi dan dibudidayakan oleh masyarakat, maka bisnis ulat hongkong akan tetap memiliki prospek yang bagus. Pasalnya, ulat hongkong atau ulat bambu merupakan pakan burung yang banyak mengandung protein dan kalori.

Selain burung, hewan peliharaan lain yang biasa diberi makan ulat jenis ini adalah ikan, reptil, bahkan manusia. Ya, kebutuhan manusia akan protein dan omega-3 menjadikan ulat hongkong alternatif untuk memenuhinya. Di Korea, ulat hongkong diolah menjadi makanan yang biasa dikonsumsi manusia seperti pizza, pasta, bubur, dan jus.

Bagi Anda yang berminat beternak ulat hongkong, peluang bisnis ini masih terbuka lebar. Namun, sebelum Anda memulai, ada beberapa langkah yang harus diambil. Apa sajakah dari mereka? Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Breeding Ayam dengan Sistem Kandang Tertutup

Fase persiapan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan bahan yang digunakan untuk membuat tempat penangkaran ulat hongkong. Material seperti kayu, triplek, dan lakban coklat disiapkan untuk membuat tempat seperti nampan.

Fungsi lakban adalah untuk melapisi kayu agar ulat tidak keluar melalui sambungan antara kayu dan triplek. Selanjutnya, buat rak berjenjang untuk menempatkan sejumlah nampan tempat ulat hongkong berkembang biak.

Tempat Penangkaran Ulat Hong Kong
Sumber: budidayaternak.id

Tahap pemilihan benih atau indukan

  1. Perlu diperhatikan pemilihan indukan yang tidak lebih dari 2 kg agar ulat yang akan menjadi kepompong berukuran seragam (panjang rata-rata 15 mm dan lebar 4 mm). Ulat dewasa dengan panjang rata-rata 15 mm dan lebar 3 mm akan bergantian menjadi kepompong dalam waktu 7-10 hari.
  2. Pemisahan pupa dari ulat dewasa dilakukan setiap 3 hari sekali dan ditempatkan pada nampan terpisah untuk menjadi kumbang secara bersamaan. Pilih kepompong berwarna putih kecokelatan. Tempelkan koran sebagai alas dan penutup pada nampan
  3. Dalam 10 hari, kepompong akan berubah menjadi kumbang. Sayap hitam mengkilap adalah tanda kumbang yang siap bertelur. Letakkan sekitar 250 gram kumbang di atas nampan yang sebelumnya dilapisi kapas sebagai media bertelur.
  4. Masa pembibitan berlangsung selama 7 hari. Kumbang akan dihilangkan setelah 7 hari dengan memisahkannya dari kapas. Tempatkan kapas baru untuk kumbang lepas dan sebagainya. Tingkat kematian kumbang rata-rata mencapai 2-4% dalam proses sekali turun.
  5. Kapas yang berisi telur dipisahkan ke dalam wadah / nampan terpisah agar telur menetas dalam waktu kurang lebih 10 hari. Setelah berumur 30 hari, barulah ulat dipisahkan dari kapasnya.

Baca juga: 3 Cara Efektif Mengendalikan Ulat Bawang

Perawatan dan pemberian makan

Nampan Pembiakan Ulat Hong Kong
Sumber: hargatoko19.web.id

Sirkulasi dan suhu kandang yang ideal, yaitu 29-30 ° C, dapat memberikan kesuburan bagi perkembangbiakan ulat hongkong. Selain itu beberapa jenis pakan yang bisa diberikan antara lain ampas tahu, dedak, sayur mayur seperti selada, dan buah-buahan seperti labu dan apel.

Ampas tahu dan dedak (dedak) cocok untuk jenis bibit ulat. Pemberian pakan ulat benih sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup 500 gram setiap 4 hari sekali. Cara pemberian pakan yaitu dengan cara dikepal menjadi 3 bagian agar tidak menumpuk ulat yang biasanya menjadi penyebab busuknya kokon.

Baca juga: Berikut 10 alasan beternak ayam kampung

Lain halnya jika masih berupa kumbang, pemberian pakan dilakukan setiap 3 hari seberat 100 gram dengan cara disebarkan secara merata di atas nampan.

Jenis sayuran hijau seperti selada bisa diumpankan ke ulat kecil yang masih di kapas. Sebelum diberikan, sayuran tersebut harus dijemur hingga setengah kering. Apabila ulat sudah keluar dari kapas, pakan biasa (ampas tahu atau dedak) diberikan sebanyak 1 kg dengan cara dikepalkan dan disebarkan secara merata.

Untuk ulat umur 30-60 hari dengan panjang 6 mm dan diameter 1,5 mm, satu baki penangkaran diberi pakan sebanyak 2 kg. Untuk ulat dewasa umur 60-90 hari, pakan yang diberikan 1,5-2 kg per tray.

Sebagai catatan, ulat Hong Kong akan memakan temannya yang lebih kecil jika tidak ada cukup makanan. Untuk itu pengecekan ketersediaan pangan harus dilakukan secara rutin.

Selain itu, bila ulat sudah menjadi kepompong tidak membutuhkan makanan dan proses pemisahannya dapat dilakukan dengan menggunakan filtering. Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan, maka saatnya memasuki tahap panen.

Tahap panen

Ulat hongkong
Sumber: ayobandung.com

Berikut catatan hasil produksi yang dapat dicapai jika tahapan dari proses pembibitan hingga pemeliharaan dilakukan sesuai dengan pedoman di atas. Dengan 1 kg ulat dewasa berumur 90 hari, akan dihasilkan 900 gram kokon secara bertahap untuk 10 kali pengambilan.

900 gram kepompong dapat menghasilkan 700 gram kumbang yang sehat dan siap bertelur. 1 kg ulat benih akan menghasilkan 33,1 kg ulat dewasa siap jual dengan rincian kebutuhan bahan dan persyaratan sebagai berikut:

  • Kematian kumbang maksimal 1% disertai dengan pemberian pakan yang baik dan terjamin;
  • Pakan yang dibutuhkan untuk 1 kg induk sampai habis adalah 50 kg ampas tahu kering dan 5 kg dedak (bekatu);
  • Ampas tahu basah akan menyusut setelah diperas dari 25 kg menjadi 15 kg kering dengan kadar air 15%.

Selain tahapan budidaya yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa tips tambahan yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui pemula yang akan membudidayakan ulat hongkong ini. Kemungkinan timbulnya penyakit selama proses budidaya perlu diketahui dan diwaspadai. Ciri-ciri penyakit yang biasa menyerang dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Kulit ulat berwarna kuning kehitaman, dapat diatasi dengan mengurangi pemberian pakan jenis daun dan dedak (dedak).
  2. Ulat mati berwarna merah. Karena sifat penyakit ini menular maka harus segera diatasi dengan tidak memberikan pakan yang terlalu basah. Beri makan dengan kadar air rendah.
  3. Ulat mati hitam yang biasanya disebabkan oleh makan dengan cara menyebar. Kondisi ini terjadi pada ulat dewasa berumur 1-3 bulan. Cara mengatasinya adalah dengan mengepalkan makanan yang akan diberikan pada ulat.

Itulah langkah-langkah yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis budidaya ulat hongkong. Sederhana bukan? Selamat mencoba dan sukses untuk Anda.

Baca juga: 6 Langkah Sukses Beternak Itik

Sumber gambar utama: infobudidaya.com
Penulis: Dhani Dwi Rachmanto


Sudahkah anda mendownload aplikasi Pak Tani Digital? Klik sini.

Sumber : paktanidigital.com/