Cara Bertani Parkit untuk Pemula

Bagi kamu yang menginginkan parkit namun masih pemula tidak perlu bingung. Pada artikel kali ini, PTD akan mengulas secara singkat dan ringkas tentang panduan dasar beternak parkit.

Parkit merupakan salah satu jenis burung yang dapat berkicau dan mengeluarkan suara serta warna bulu yang indah.

Hal ini menyebabkan tingginya permintaan burung jenis ini sebagai hewan peliharaan, dan sebagai burung kontes dalam suatu kompetisi. Tingginya permintaan burung cukup menjanjikan sebagai prospek bisnis.

Cara Ternak Parkit

Pilih jenis anakan yang sesuai

Secara umum jenis-jenis parkit dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

  1. Parkit Australia: berasal dari Australia dan mudah beradaptasi di Indonesia dengan cuaca dan iklim yang tidak berbeda jauh
  2. Parkit lokal: berasal dari luar negeri tetapi dibesarkan di Indonesia
  3. Parkit Belanda: Berasal dari Belanda dan berukuran lebih besar dari parkit lainnya. Perbedaan cuaca dan iklim antara Belanda dan Indonesia yang cukup jauh membuat ternak jenis ini cukup sulit untuk dibudidayakan
anak-parkit
adearisandi.com

Baca juga: Kenali Penyakit Diare yang Menyerang Burung Puyuh dan Solusinya!

Memilih Indukan yang Berkualitas

Pilih jenis benih yang sesuai dengan kebutuhan agar lebih mudah dalam mempersiapkan indukan. Anda bisa mulai mencarinya dengan bertanya kepada tetangga yang menyukai burung, atau pasar khusus ternak burung.

Beberapa komunitas pecinta burung juga sudah mulai membudidayakan ternak yang satu ini. Induk yang berkualitas tentunya akan menghasilkan burung parkit yang berkualitas.

Mulailah memelihara parkit jantan dan betina. Adapun beberapa hal teknis yang perlu diketahui sebelum membeli ternak burung pastikan kedua jenis burung tersebut jantan dan betina agar tidak ada penyesalan untuk membeli lagi.

Membedakan indukan jantan dan betina, parkit tergolong muda. Jika burung berwarna biru maka burung tersebut jantan, sedangkan betina memiliki hidung berwarna putih.

Hal kedua yang cukup penting untuk diperhatikan adalah dengan meletakkan kedua burung tersebut dalam kandang kecil untuk pengamatan, apakah dirasa cocok untuk ditempatkan dalam satu kandang yang sama.

Jika kedua parkit saling membersihkan rambut, maka pasangan parkit sudah serasi dan siap untuk dikawinkan.

Proses Perkawinan Parkit

Kedengarannya sepele, namun kawin parkit merupakan salah satu yang terpenting, agar indukan betina dapat bertelur.

Proses kawin dilakukan dengan cara memasukkan parkit jantan dan betina ke dalam kandang yang berbeda, kemudian keduanya ditempatkan berdekatan. Perkenalan akan berlangsung seminggu atau mungkin lebih.

Kicau, menandakan bahwa burung tersebut telah terlihat dekat dengan pasangannya. Sehingga memberi pertanda bahwa pernikahan sudah siap untuk dimulai.

Pindahkan parkit betina ke kandang baru untuk beradaptasi. Setelah 3 atau 4 hari, pindahkan parkit jantan ke kandang yang sama dengan betinanya.

Kandang Parkit

Kandang parkit umumnya memiliki ukuran 40 cm x 40 cm x 60 cm untuk sepasang. Jika ada lebih dari lima pasang sangat disarankan menggunakan kandang yang berukuran panjang sekitar 100 cm x lebar 100 cm x tinggi 180 cm.

Bagian-bagian kandang tidak berlubang dan bersih demi keselamatan dan kesehatan burung parkit. Peletakan kandang diletakkan di tempat yang aman dan tenang, karena akan mengganggu proses penetasan telur burung.

Di dalam kandang perlu disediakan tempat untuk minum dan makan serta beberapa ranting untuk bertengger. Sarang ini bisa dibuat dari triplek atau papan sederhana.

kandang parkit
arenahewan.com

Baca Juga: Mengetahui 5 Langkah Ternak Burung Beo Merah untuk Dikawinkan

Pakan Parkit

Sama seperti jenis burung pada umumnya, parkit memakan biji-bijian, sayur mayur dan jenis makanan lainnya sebagai sumber makanannya. Adapun beberapa makanan yang disukai burung parkit adalah sebagai berikut:

  1. Biji-bijian: Biji millet merah dan biji millet putih
  2. Sayuran: Bayam, wortel dan kubis
  3. Buah: Pepaya, apel, pisang dan pir.

Dalam upaya menjaga kesehatan burung parkit, menggunakan suplemen tambahan berupa vitamin. Dapat dilakukan dengan pemberian vitamin komersial khusus untuk burung atau dengan meracik sendiri dengan ramuan herbal.

Menjaga Kebersihan Kandang dan Penyakit

Pada umumnya ternak burung akan menghasilkan feses yang menyengat dan berbau, selain itu bila tidak ditangani akan menjadi sumber penyakit pada ternak itu sendiri.

Oleh karena itu kebersihan kandang menjadi hal terpenting bagi semua peternak untuk semua jenis ternak yang dipeliharanya. Kotoran ini bisa Anda manfaatkan untuk dijadikan pupuk organik.

Melindungi ternak dari penyakit juga merupakan hal yang harus diketahui oleh peternak. Penyakit yang sering dijumpai pada parkit adalah:

  1. Psittacose: Penyakit ini disebabkan oleh virus, gejala awal pada unggas tidak terlihat namun lama kelamaan tubuh burung akan semakin kurus karena kurang nafsu makan dan akhirnya mati.
  2. Diare / Gangguan Usus: Penyakit ini disebabkan oleh kandang yang kotor / lembab. Gejalanya adalah gerakan burung melambat, bertengger dengan tubuh mengkerut, bulu berdiri, mata terkulai, dan anus penuh kotoran.
  3. Dingin: Penyakit ini ditandai dengan hidung meler, gerakan lamban, nafsu makan kurang, rambut berdiri, dan biasanya kepala tersembunyi di bawah pangkal sayap.
  4. Lamur: Burung selalu murung, sering menabrak saat terbang, dan nafsu makan menurun.

Mudah kan? Begitulah cara yang bisa Anda lakukan untuk memulai peternakan parkit. Selanjutnya akan ditentukan oleh usaha Anda. Semoga berhasil.

Jangan lupa untuk BERBAGI artikel ini ke teman-teman Anda!

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Budidaya Puyuh untuk Pemula

Penulis: Suryadi Pappa

Ingin menjual hasil panen Anda langsung ke pembeli akhir? Silakan unduh aplikasi Pak Tani Digital Agriculture Marketplace di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Cukup klik sini.

Sumber:

  • Anonim. 2019. 6 Cara Budidaya Parkit untuk Pemula dan Perawatan Yang Tepat. Diakses dari: http://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-burung-parkit.

Sumber : paktanidigital.com/