7 Cara Memelihara Ikan Sepat Hias Secara Lengkap

Memelihara Ikan Sepat – Ikan sepat umumnya hidup berkelompok satu sama lain. Ikan ini memiliki habitat hidup di air tawar. Mengingat ia hidup di air tawar, maka tidak heran jika ikan jenis ini banyak diburu untuk pemeliharaan. Selain itu, memelihara ikan tidaklah sulit. Apalagi bagi yang sudah terbiasa beternak ikan. Padahal ikan sepat pada dasarnya sangat bervariasi.

Merawat Ikan Sepat, Merawat Sepat Hias

Ada beberapa jenis ikan yang bisa Anda temukan dalam berbagai warna. Anda akan menemukan sepatu dengan warna kuning, merah, dan juga putih. Warna ikan sepat yang menarik membuat ikan ini sangat digemari para pecinta ikan hias. Nah, jika Anda berniat untuk memeliharanya jangan khawatir, karena beberapa tips dan pedoman merawat ikan bisa disimak di bawah ini.

A. Persiapan Pemeliharaan Ikan Sepat

Banyak penghobi ikan hias mencari ikan sepat untuk dijadikan koleksi akuarium. Hal tersebut membuat permintaan ikan sepat semakin menunjukkan peningkatan. Dengan peluang penjualan, kini banyak masyarakat yang mulai membudidayakan ikan sepat untuk budidaya. Dalam proses budidaya, ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan dalam persiapan sebagai berikut.

1. Mulailah Mempersiapkan Pool

Hal pertama yang bisa dilakukan bagi anda yang ingin membudidayakan ikan sepat yaitu dengan memperhatikan kolam sebagai tempat tinggal. Dalam mendirikan kolam sebaiknya membuat kolam ikan sebanyak-banyaknya agar menyerupai habitat aslinya.

Sebisa mungkin buatlah kolam yang airnya tenang, karena ikan sepat merupakan jenis ikan yang tidak suka hidup di air mengalir. Memperhatikan beberapa faktor tersebut, menjadikan budidaya ikan sepat yang Anda lakukan akan semakin maksimal

2. Memilih Indukan Ikan Sepat Produktif

Untuk memudahkan dalam budidaya ikan sepat sebaiknya memilih ikan sepat jantan dan betina yang produktif. Ini akan memperpendek masa kawin ikan sepat. Sepat betina yang sudah siap bertelur, biasanya ditandai dengan perilaku mulai berbusa di permukaan air. Busa tersebut kemudian digunakan untuk menempelkan telur.

3. Siapkan Media Telur Sepat

Setelah sepatu terlihat bertelur menempel pada busa yang telah dibuat induknya, barulah Anda bisa meletakkan sedotan atau daun lainnya. Fungsinya agar telur bisa terhindar dari sinar matahari langsung.

Setelah merawat ikan sepat yang sudah mulai bertelur, selanjutnya anda bisa memisahkan ikan betina dari kolam. Nantinya, ikan sepat jantan akan memelihara telurnya.

B. Tahapan Pemijahan Ikan Sepat

Setelah ikan sepat mulai terlihat besar, Anda bisa memasuki tahap pemijahan. Sebaiknya siapkan dulu kolam yang tepat untuk pemijahan. Kolam yang disiapkan sebaiknya kolam dengan air yang tenang.

Memelihara ikan sepat pada tahap pemijahan sebaiknya ditempatkan di kolam yang memudahkan Anda untuk membersihkan air dan melakukan pergantian air kolam. Pemijahan dilakukan setelah lava tumbuh dan mencapai umur 30 hari.

Setelah dirasa anakan sepat mampu tumbuh dan cukup besar, selanjutnya indukan dipisahkan. Memelihara ikan sepat muda perlu dilakukan semaksimal mungkin. Kualitas air harus dijaga agar anakan dapat tumbuh dengan baik. Ketersediaan pakan juga harus diperhatikan, agar pakan cukup dan dapat dikonsumsi secara optimal.

Baca juga: Cara Perawatan Ikan Discus Yang Benar Bagi Pemula

C. Tahapan Perawatan Ikan Sepat

Pembesaran benih ikan bisa dilakukan saat menggoreng, mulai umur 2 bulan. Kisaran ukuran untuk pembesaran ikan sepat dapat dilakukan bila ikan telah mencapai panjang 5 sampai 6 cm. Pada usia tersebut, ikan sepat sudah bisa dikatakan sudah bisa tumbuh mandiri dan mencari makan sendiri. Dan inilah beberapa langkahnya.

1. Persiapan kolam pembesaran

Faktor tambak harus diperhatikan agar pembesaran ikan sepat lebih optimis. Penyiapan tambak dilakukan hampir sama dengan pembuatan tambak untuk pemijahan. Untuk memelihara ikan dalam masa pemeliharaan, gunakan kolam yang bersih. Pemeliharaan yang maksimal akan memungkinkan ikan sepat tumbuh dengan baik dan cepat.

2. Makan

Pemberian pakan untuk pertumbuhan ikan sepat dapat dilakukan dengan mengatur umur ikan. Anda sebaiknya tidak mengandalkan makanan alami, seperti plagton dan jentik-jentik nyamuk. Mulai mengaplikasikan pakan buatan, dapat mendukung pertumbuhan ikan sepat.

Penggunaan pakan berupa tepung ikan dapat memudahkan ikan sepat untuk makan. Hal ini dikarenakan tepung ikan memiliki tekstur seperti tepung dengan butiran kecil sehingga memudahkan ikan untuk makan dengan mulut yang relatif kecil.

Pemberian makanan lain seperti pelet, kangkung, dan dedak juga merupakan makanan alternatif yang bisa anda gunakan untuk budidaya ikan sepat. Pangan yang berkualitas dan bergizi tinggi menjadikan ikan sepat tumbuh subur dan dapat meminimalkan kematian.

Ikan sepat akan bisa tumbuh dengan ukuran 7 sampai 9 cm, jika menggunakan pakan yang sesuai. Memelihara ikan dengan pertumbuhan ini, Anda bisa mencapainya hanya dalam waktu tiga bulan.

3. Masa Panen Ikan Sepat dari Pemeliharaan

Setelah melakukan berbagai tahapan dalam memelihara ikan sepat, anda bisa mulai memanen ikan sepat untuk dijual sebagai ikan hias. Tepatnya setelah umur ikan mencapai 3 sampai 4 bulan. Sebelum mulai memanen, sebaiknya Anda bisa mengalirkan air di kolam terlebih dahulu. Setelah itu penjaringan bisa dilakukan dengan baik agar tidak melukai tubuh ikan.

Waktu panen juga harus diperhatikan dengan sangat hati-hati. Waktu yang tepat untuk memanen ikan sepat dilakukan pada sore atau pagi hari. Pemanenan yang tepat akan mempengaruhi kondisi ikan sepat yang dipanen. Jadi, jika ikan akan dijual di pasaran, kondisi ikan cukup sehat dan siap mengisi akuarium untuk ikan hias.

Pemanenan bisa dilakukan dengan cara memisahkan ukuran ikan agar nantinya lebih mudah untuk dijual ke toko ikan hias. Pasalnya, harga ikan di pasaran dipengaruhi oleh panjang tubuh ikan.

Anda bisa mempelajari dan mempraktekkan beberapa cara dan tips beternak ikan sepat di atas sesuai langkah-langkah yang ada. Perawatan ikan sepat yang tepat dapat berdampak pada kesehatan ikan dan warna sisik ikan. Kualitas ikan sepat bagus, terlihat dari bentuk badan dan warna cerah pada sisik ikan.

Baca juga: Cara memelihara ikan chef di akuarium dan tanpa oksigen

Tentunya dalam setiap perawatan akan menginginkan hasil yang maksimal dan tentunya juga menguntungkan. Oleh karena itu, pastikan Anda serius melakukannya dan mulai berpikir untuk menerapkan langkah-langkah yang tepat agar hasilnya memuaskan dan mendatangkan keuntungan besar.



Sumber : hewan.id